Pages

Selasa, 18 Oktober 2016

WAYANG ORANG ROCK : EKALAYA

Selasa, 18 Oktober 2016


Dipindah dari Wordpress, Posted on December 15, 2014 by iwanape

Sebenarnya ini adalah acara yang sudah lumayan lama. Maret 2014, saya nonton WOR Ekalaya di Tennis Indoor Senayan. WOR Ekalaya ini merupakan sebuah konsep pertunjukan wayang orang yang disisipi unsur musik rock didalamnya. Seru sih menurut saya, dimana para musisi rock ini mencoba menyajikan kisah Ekalaya dengan bahasa mereka, tanpa mengurangi keasikannya. Dan Dagienkz (sutradara) menyisipkan banyak jokes yang dibawakan dengan baik oleh para wayang, terutama Jikun dan Otong. Walaupun secara durasi wayang ini agak kelamaan, tapi untuk para pecinta musik sih tidak akan merasa bosan karena music rock-nya sangat catchy dan powerfull.

Nih synopsis jalan cerita WOR : Ekalaya

Di sebuah kerajaan bernama Paranggelung, hidup seorang raja yang adil dan bijaksana bernama Ekalaya yang tiada tandingannya. Anggraini, ratu dari kerajaan tersebut, sangatlah cantik. Mereka adalah pasangan yang amat serasi dan dicintai rakyatnya.  
Ekalaya yang selalu haus ilmu ingin berguru dengan guru besar Durna, seorang ksatria yang telah menoreh legenda. Saat pertama kali melihat Ekalaya, Durna langsung tahu bahwa Ekalaya seorang ksatria hebat dan betapa lelaki yang telah menjadi resi ini ingin bisa menurunkan ilmunya. Tetapi apa daya, Durna telah bersumpah hanya akan mewariskan ilmunya kepada para pandawa dan kurawa. 
Dengan berat hati, Durna menolak. Ekalaya pun meninggalkan Hastinapura dengan kekecewaan mendalam. Namun, dalam perjalanan pulang di hutan, Ekalaya memahat sebatang kayu sampai menyerupai wujud guru besar Durna. Ia pun kemudian berlatih di hadapan patung tersebut. Tiba-tiba patung itu seperti menyala. Ekalaya terkesima, akhirnya ia memutuskan untuk tinggal di hutan dan berlatih bersama guru besar Durna pahatannya.  
Hari berlalu dan Ekalaya semakin lihai, ia juga membuat pelindung telinga agar frekuensi gitar tidak melukai telinganya sendiri. Ekalaya begitu lihai berlatih setiap hari hingga suatu ketika, frekuensi gitarnya tanpa sengaja membunuh seekor anjing. Sayangnya, anjing itu bukanlah sekedar anjing biasa, namun anjing milik Arjuna, putra pandawa yang saat itu sedang berjalan-jalan di hutan.  
Merasa murka, Arjuna yang sempat terkesima mendengarkan permainan Ekalaya, menghampirinya dengan emosi terutama setelah melihat patung guru besar Durna. Guru besar yang telah bersumpah tidak akan menurunkan ilmunya kecuali kepada para Pandawa dan Kurawa. Arjuna semakin marah dan merasa dikhianati.  
Arjuna pun menantang Ekalaya untuk menunjukkan kehebatannya. Namun sebenarnya Arjuna hanya ingin membuktikan kepada Ekalaya, bahwa hanya Arjunalah yang paling juara di seluruh antero jagat raya. Tantangan ini juga untuk mematahkan ketakutannya kepada Ekalaya yang sesungguhnya, jauh dalam lubuk hatinya, ia akui kehebatannya.

Update post akan berisi video pertunjukan Wayang Orang Rock : Ekalaya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

iwanape © 2014