Dipindah dari Worpress, Posted on December 16, 2014
Suatu saat nanti saya akan menjadi seorang seperti ini :
“Hampir setengah tahun ini saya tidak sempat bersih-bersih rumah. Istri saya pun masih sibuk dengan semua DIY project-nya, sehingga dia punya alasan untuk tidak merapikan sekitarnya. Alhasil, rumah kami ini terlihat kumuh dan berdebu. Kamis malam kemarin, kami sepakat dengan anak-anak untuk bersama-sama merapikan dan bersih-bersih rumah.
Jadilah sabtu siang ini kami memulai tugas kami masing-masing, merapikan ruangan sesuai list yang telah kami bagi lusa kemarin. Saya mendapat list ruang tamu dan gudang dalam, dua ruangan yang selayaknya memang harus dibersihkan oleh seorang ayah. Saya mendapati terlalu banyak barang berserakan di gudang dalam. Kertas, kardus, kayu, dan furnitur kecil yang sudah dibosani oleh istri saya.
Ada beberapa kertas yang menarik perhatian saya, nota dan struck yang sangat banyak dan tidak terawat. Nota pembelian velg mobil merah ini membuat saya tersenyum kecil sambil bicara dalam hati “Ooh, ternyata dulu saya beli velg itu tuh, harga nya segini yaa.” Buru-buru saya buang semua struck dan nota itu ke tong sampah, sebelum ketahuan istri dan kena omel.
Bersih-bersih rumah hari ini memberikan saya dua opsi dalam berbelanja dikemudian hari nanti, yaitu :
Mungkin nanti saya akan lebih bijak dalam membeli barang dan melihat dahulu pricetag-nya sebelum membelinya. Bukan seperti yang dulu-dulu, membeli tanpa tahu harga.
Atau mungkin nanti saya akan lebih bijak dalam membawa pulang struck belanja, agar tidak ketahuan istri.”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar